Saturday, 11 July 2009

To Tokyo to Love


Penghargaan bagi salah satu blog favorit saya. Buku ini ditulis oleh sang blogger. Beliau pernah tinggal cukup lama di Jepang, dan sepertinya sangat menyukai negeri ini.

Cerita tentang Nina, calon mempelai gagal, akibat Ian (si calon pria) melakukan one night stand - yang diakunya sebagai 'kecelakaan' - dan menghamili sang wanita lain itu. Nina lalu hijrah ke Jepang dengan beasiswa.

Banyak sekali kebetulan demi kebetuan menghampiri Nina. Kebetulas bos besar Jepangnya pindah ke Jakarta, kebetulan si bos pernah punya anak perempuan yang patah hati, dan kebetulan kebetulan lainnya.

Tokyo dengan ritme hidupnya yang cepat diharap Nina mampu menghapus bayangan tunangan hidung belang yang mematahkan hatinya. Muncullah 2 sosok 'pelipur lara' untuk Nina. Men in black, sang pria misterius di kereta, dan Takung, teman chat yang 'klik' banget. Takung sendiri pun punya sosok misterius yang dicarinya. Takung dan Nina bertukar cerita mengenai hari-hari dan sosok misterius masing-masing tanpa sadar bahwa mereka berdua sebenernya saling mencari.

Endingnya sudah bisa ditebak dari halaman 100an. No offense ya mbak Dev, tapi masak Nina dan Takung gak lebih pintar dari saya sih dalam mendeduksi cerita masing-masing. Takung kan asisten profesor dan Nina adalah mahasiswa S2. Apalagi Nina suka berkhayal. Agak ajaib kalo Nina sama sekali gak mengkhayalkan (atau mengharapkan) pertemuan mereka berdua ini. Eh, tapi ini kan cerita rekaan ya.

Buat mbak Dev, saya lebih seneng baca Hairquake :D

Gambar diambil dari blog sang penulis.

Tuesday, 7 July 2009

Untuk kukasihi (One for My Baby)

Gara-gara liat deretan bulu-bukunya Tony Parson, kok saya jadi penasaran kenapa buku-bukunya laris diterjemahkan. Sebenernya pengen memulai dengan Man and Boy, tapi kok ndak ada. Jadi saya angkut buku yang ini aja.

Alfie sang tokoh utama masih berduka atas kematian tiba-tiba sang istri. Hongkong, tempat Alfie bertemu (dan kehilangan) istrinya menjadi tempat yang menyakitkan sisi psikisnya. Ia kembali ke London dan menjadi guru bahasa Inggris bagi para pendatang. Alfie punya murid dengan berbagai kebangsaan dan motif belajar. Ada murid wanita yang menarik dan 'ditaksir' banyak orang. Ada yang begitu lelahnya bekerja sehingga sering ketiduran saat belajar.

Mungkin karena kepesimisan Alfie akan cinta-cinta yang mungkin ia dapatkan di kemudian hari, ia malah jadi tidur dengam 3 muridnya. Gak menjadi real relationship juga sih. Karena kayaknya si murid juga menyadari 'kelabilan' sang guru.

Plot nya dibikin bolak balik tanpa ada penanda waktu. Pembaca perlu menebak sendiri setting waktu di tiap babnya. Mungkin karena ini buku terjemahan, pembaca jadi gak bisa bedain tenses nya. Yah nikmati aja.

Oya, di back cover dibilang kalau harmonisnya keluarga George Chang membuat Alfie jadi seperti mendamba cinta yang sama gitu. Tapi kok saya gak menangkap gambaran harmonisnya keluarga George Chang ya? Waktu ada salah satu anak George yang mutusin pindah rumah ke kota lain bersama keluarganya, George biasa aja. Malah Alfie yang sedih. Aneh.

Lalu muncul Jackie, yang belajar sastra inggris supaya bisa kuliah lagi. Memperbaiki nasibnya. Dia ini single mom yang berhasil melepaskan diri dari suami abusive. Bisa ditebak, Alfie akhirnya 'tertarik' dengan karakter Jackie.

Buku ditutup dengan kematian nenek Alfie. Lalu menyetel lagu One for My Baby nya Frank Sinatra. Ealah.. baru ngeh kenapa judulnya One for My Baby deh.

Gambar diambil dari Gramedia.

Tuesday, 16 June 2009

Honeymoon with my brother

Franz diputusi oleh calon istrinya saat persiapan pernikahan mereka sudah lengkap. Hotel sudah dipesan, makanan sudah disiapkan, bahkan perjalanan bulan madu sudah tersedia.

Curhat Franz pada adiknya, Kurt, membawa mereka pada ide mengadakan perjalanan keliling dunia selama 1 tahun sebagai gantinya. Diawali dengan eksekusi rencana pernikahan meski tanpa mempelai wanita.

Memakai uang bonus Franz dan penjualan rumah Kurt, mereka memulai perjalanan keliling dunianya. Perjalanan yang direncanakan berlangsung selama 1 tahun, ternyata berhasil diperpanjang jadi 2 tahun.

Isi buku sebagian besar mengenai apa saja yang mereka temui selama 'petualangan'. La Rue, nenek tiri mereka, setia mengikuti perjalanan mereka dengan memberi paku berwarna pada peta di dindingnya.

Buku diakhiri dengan perayaan ulang tahun La Rue yang ke 100. La Rue meninggal dunia tidak lama setelahnya. Happy ending.

Kata Franz, perjalanan ini mendekatkan dia dengan adiknya. Upaya pendekatan diri yang mahal.

Berhubung saya uda pernah baca buku bertema petualangan keliling dunia lainnya, macam Eat Pray Love, atau The Naked Traveler, jadi merasa buku ini gak terlalu spesial. Yang agak spesial menurut saya justru keterangan di bagian akhir bahwa Franz akan alih profesi menjadi jurnalis perjalanan. Kurtnya? Saya kok lupa, dia disebut apa enggak di bagian akhir.

Gambar dicuri lagi dari kutukutubuku

Wednesday, 3 June 2009

Ramayana (dan Mahabarata)

Bukunya saya beli dalam rangka misi menghabiskan 'hadiah' dengan sesuatu yang 'berbeda'. Sebenarnya di Gramed ada beberapa buku tentang Ramayana (dan Mahabarata). Saya memilih yang kombo, satu buku berisi 2 cerita. Pilihan yang kayaknya salah.

Sesuai dengan yang saya ingat dari acara tv masa kecil, Ramayana berisi cerita dengan Rama sebagai tokoh sentralnya. Rama adalah putra mahkota kerajaan Kosala. Ia adalah putra idaman orang tua, murid idaman guru, dan pria idaman wanita. Bayangin sendiri deh karakternya. Hihihi.

Dalam perjalanannya mencari 'ilmu', Rama bertemu dengan Sita. Nah Sita ini cantik rupawan dan digandrungi banyak pria *eh...kok mirip ama temen saya ya... hahaha*. Menikahlah mereka. Beberapa waktu kemudian, ketika Destarata, ayah Rama, mau menobatkan Rama menjadi rasa, ada ibu tiri yang tidak terima *owh sooo typical*. Dengan trik khusus khas wanita, Destarata gak jadi menobatkan Rama. Udah gagal jadi raja, diasingkan pula dia. Malang benar nasibnya. Cerita selanjutnya uda pada tau kan? Kita lanjutkan pada perasaan saya pada cerita di buku ini aja ya.

Saya baca buku kayak baca dongeng. Gak masuk akal maksudnya, hehehe. Karakter tokohnya gak realistis dan kalimat dialognya panjang plus muter muter. Mau bilang raja bodoh karena belain anak kesayangan yang jelas-jelas penuh tipu muslihat aja, pake memuji bilang raja bijaksana. Orang ningrat kalo ngomong emang gitu kali ya?

Si Rama juga, katanya pintar bijaksana, kok bisa-bisanya masuk ke hutan untuk mencari kijang kncana berbulu permata permintaan sang istri itu. Padahal sebelumnya ia sudah bilang ke istrinya kalau hewan kayak gitu gak mungkin ada. Ini yang o'on si suami apa istrinya ya? Owh, atau mungkin sang suami emang penuh cinta gitu? Atau istrinya sedang ngidam sehingga minta yang mboten mboten mawon? Hahaha. Sita akhirnya diculik oleh Rahwana, untuk dijadikan istri muda.

Cerita versi buku ini rasanya terlalu singkat. Jadi penggambaran karakternya terasa instan. Mana bisa pembaca percaya karakter Rama yang titisan dewa itu, atau Sita yang cantik jelita, atau Rahwana yang belagu dan haus kekuasaan, just because the lines said so. Kan harusnya keliatan dari rangkaian peristiwa yang terjadi. Mungkin karena ini versi singkatnya ya. Epos aslinya konon berjilid-jilid.

Anyway, saya gak setuju dengan review di belakang yang bilang buku ini pantas jadi bacaan di sekolah. Bukunya ya yang saya rasa gak cocok. Terlalu singkat dan berasa pengen cepat beres aja. Serupa dengan buku bimbel untuk lulus UMPTN. Kalo ceritanya sendiri, mungkin cocok-cocok aja.

Mahabarata nya di edisi berikutnya ya.

Gambar nyolong dari Kutukutubuku.

Thursday, 16 April 2009

Chaos at work


Meski memendam iri dengki pada buku-buku yang berasal dari blog, toh akhirnya tangan ini menggenggam buku Chaos at work juga. Halah.. ini mah konsumtif aja namanya. Hehehehe.

Bos gila yang membuat sengsara hidup sang penulisnya. Emang bikin terbahak-bahak deh ulahnya si Bos. Dari yang malu-maluin minta tanda tangan ama orang terkenal di pesawat, melakukan mission impossible masang pintu di rumah yang lokasinya uda 'enggak banget', sampe gaya nawarnya ama supplier. Mottonya top banget deh. Impossible we do, miracle we try. GILA!!!!

Silahkan baca buat yang pengen terbahak-bahak.

Gambar diambil dari blognya sang penulis.

Wednesday, 15 April 2009

In Their Shoes

Awalnya, saya membeli buku ini untuk dihadiahkan kepada bos pada ulang tahunnya. Namun pas dipikir-pikir, saya belum pernah melihat si bos memegang (apalagi membaca) buku yang tidak ada hubungannya dengan disaster. Jadilah akhirnya bukunya saya baca sendiri, hehehe.

Jangan terkecoh dengan judulnya yang mirip judul sebuah film. Buku ini bukan tentang film itu (In Her Shoes). Buku ini berisi interview dengan berbagai wanita yang memiliki berbagai pekerjaan. Ya, karena ini western based, mungkin ada beberapa profesi yang masih asing disini, atau malah sudah ada, tapi enggak banget menurut kita. Meski juga ada beberapa yang sudah familiar disini.

Setiap bagiannya merupakan bagian terpisah. Kita gak perlu membaca berurut dari depan ke belakang (atau dari belakang ke depan, seperti yang saya lakukan karena lagi iseng). Yang paling menarik untuk saya adalah, orang-orang yang diwawancarai disini adalah orang-orang yang sangat menikmati pekerjaannya. Sebagian besar dari mereka sudah cukup berumur (40an) dan telah melewati masa-masa dimana mereka awalnya bekerja di beberapa pekerjaan yang mereka tidak nikmati. Most of them consider that as an opportunity untuk akhirnya mengetahui pekerjaan apa yang suits them most. Tidak ada yang menyesal pernah melakukan (atau memilih) pekerjaan yang ‘salah’.

Kalau anda kira, semua pekerjaan disini adalah pekerjaan yang bergaji besar, glamor, anda salah besar. Memang disini ada Business Executive, CEO, talent agent, actor/actess, TV Show cretaor, sampai movie studio executive. Judul kerjaannya aja uda keren banget yak. Tapi disini juga ada teacher, librarian, firefighter, yoga instructor, sampai nanny. Bayangin, ada orang yang memang suka dengan anak-anak dan lalu beneran niat jadi nanny, dan (yang paling mengesankan buat saya adalah) menikmati pekerjaannya. Ada lagi yang cerita bahwa dia bekerja selama 5 tahun sebelum akhirnya mendapati bahwa bukan itu pekerjaan yang paling cocok untuknya. Waktu indeed adalah jawaban dari hampir semua pertanyaan kan.

Cocok nih buat dibaca ama orang yang
a. Gak menikmati apa yang dikerjakannya sekarang ini
b. Krisis identitas, mau kerja apa
c. Krisis kepercayaan diri, ragu apakah kegiatan yang dinikmatinya bisa dijadikan ‘pekerjaan’
Gabungan dari beberapa pilihan diatas, hahaha

Gambar nyolong dari Amazon

Situs sang penulis disini

Thursday, 2 April 2009

The Maling of Kolor

Judul yang aneh.

Cerita konyol-konyolan tentang misi pencurian kolor. Iihhhh kolor. Buat apa dicuri???
Yak...seratus buat anda *suara tepuk tangan, plok plok plok*. Buat melet orang.

Copet sangar yang ternyata dirumah takut ama istri. Asisten copet yang ngelakuin 'proyek' ini demi melunasi hutan judi. Anggota baru, orang dari desa yang pergi ke kota untuk menyenangkan pacar.  Bodyguard merangkap penjaga pintu yang badannya gede dan nyeremin. Pengawal lain yang kebanci-bancian. Ya itu penggambaran tokoh-tokohnya.

Gaya ngelucu nya mirip ama gaya Adhitya Mulya. Make footnote yang kurang penting dan kurang bermanfaat, juga mirip ama Adhitya Mulya. Hehehe..kok jadi sinis begini.

Anyway, saya beli buku ini juga tho karena saya menghargai (campur iri dengki, masak dia bisa gue gak bisa) karya si Roy.

Gambar diambil dari situsnya Roy